Ya Allah yang Menciptakan segalanya,
Hamba sadar banyak kesalahan hamba yang tidak dapat terhitung lagi
Banyak kelemahan diri hamba..
Ya Allah.....
Engkau yang slalu menemani hamba dimana pun, dan kapan pun...
Engkau yang selalu memperhatikan hamba diantara makhluk-Mu yang lain
Kasih sayangMu yang Kau curahkan, sungguh tak dapat terbalaskan
Segala karunia yang Kau limpahkan amat banyak
diri ini ya Allah.....
hanya dapt tertunduk, merasa kecil dan malu.
diri ini yang sering berbuat dosa.
ujub, ghibah, dusta, maksiat, angkuh, dan merasa hebat ini hanya bisa tertunduk malu menyaksikan kebaikan-kebaikan yang slalu Engkau curahkan...
Ya Allah, Izinkanlah hamba berjumpa dengan Engkau, izinkan hamba bertemu dengan yang Slalu mencurahakan perhatiannya kepada hamba, yang selalu menjadi POWER dalam kehidupan hamba...
Kamis, 01 November 2012
Minggu, 01 April 2012
IBU
Ibu.
ku sayang padamu,
ku mencintaimu,
ku ingin pelukan hangat dan candaanmu.
ibu,
sungguh tak ada maksud menyakiti hatimu,
ku hanya ingin menunjukan aku bisa menjadi anak yang bisa ibu banggakan
ku bisa menjadi seperti kakak yang selalu ibu banggakan,
ku bisa menjadi kakak yang selalu ibu rindukan
dan ku bisa menjadi seorang kakak yang senantiasa ibu harapkan.
ibu,
khilaf ku tlah melukaimu,
egoku tlah membuatmu marah
dosaku tlah membuatmu menangis
maafkan,
maafkan aku.
maaf anakmu ini tak sebaik fattimah azzahra
maaf anakmu ini tak sepatuh Ismail
maafkan aku ibu.
Kamis, 26 Januari 2012
Puisi-Puisi Chairil Anwar
AKU
Kalau sampai waktuku
'Ku mau tak seorang kan merayu
Tidak juga kau
Tak perlu sedu sedan itu
Aku ini binatang jalang
Dari kumpulannya terbuang
Biar peluru menembus kulitku
Aku tetap meradang menerjang
Luka dan bisa kubawa berlari
Berlari
Hingga hilang pedih peri
Dan aku akan lebih tidak perduli
Aku mau hidup seribu tahun lagi
Kalau sampai waktuku
'Ku mau tak seorang kan merayu
Tidak juga kau
Tak perlu sedu sedan itu
Aku ini binatang jalang
Dari kumpulannya terbuang
Biar peluru menembus kulitku
Aku tetap meradang menerjang
Luka dan bisa kubawa berlari
Berlari
Hingga hilang pedih peri
Dan aku akan lebih tidak perduli
Aku mau hidup seribu tahun lagi
kepada pemeluk teguh
Tuhanku
Dalam termangu
Aku masih menyebut namamu
Biar susah sungguh
mengingat Kau penuh seluruh
cayaMu panas suci
tinggal kerdip lilin di kelam sunyi
Tuhanku
aku hilang bentuk
remuk
Tuhanku
aku mengembara di negeri asing
Tuhanku
di pintuMu aku mengetuk
aku tidak bisa berpaling
Langganan:
Komentar (Atom)