Saat tunggu menghampiri di mendung hari
ketika seberkas senyuman mengembang tipis
rona merah di pipi menyeimbangkan semuanya
Menghanyutkan kesendirian...
benarkah ini yang kau rasa juga?
atau hanya sandiwara?
ku menghitung setiap tanda yang ada
dan ku temukan yang berbeda
ada campur tangan Sang Maha Kuasa
ku mulai berfikir apakah ini benar?
tapi sejenak fikir ku buyar
ternyata tanda itu juga dimiliki orang
tak kuasa ku menandinginya,
ku putuskan untuk berpasrah
ku tak ingin, merusak skenario-Nya
biarlah Allah yang mengatur segalanya
ku pasrah dengan menunggu